Tanah Bergerak di Cigoong Utara – 4 Rumah Ambruk dan Warga Luka Tertimpa Reruntuhan
spideylebak.my.id – Tanah Bergerak di Cigoong Utara – 4 Rumah Ambruk dan Warga Luka Tertimpa Reruntuhan. Sampurasun, Warga Lebak! Your Friendly Neighborhood Spideylebak kembali hadir, namun kali ini jaring Spidey membawa kabar duka dari wilayah Cikulur. Radar Spideylebak menangkap getaran kesedihan dari Desa Cigoong Utara. Bencana pergerakan tanah yang mengerikan telah menghancurkan tempat bernaung warga di sana.
Fenomena tanah labil ini tidak main-main, empat rumah dilaporkan ambruk hingga rata dengan tanah, sementara belasan lainnya mengalami kerusakan.
Berikut adalah laporan lengkap dari lokasi bencana yang mengharu biru.
Detik-detik Mencekam: Lantai Terbelah, Rumah Langsung Rata
Bencana pergerakan tanah ini menerjang dua kampung sekaligus, yakni Kampung Hambur dan Kampung Margamulya. Munayah, salah seorang warga Kampung Hambur, menceritakan detik-detik mengerikan saat rumahnya hancur.
Menurut Munayah, ini bukan kali pertama tanah di sana bergerak. Dulu sempat terjadi retakan, namun kali ini adalah yang terparah. Tanpa aba-aba, lantai rumahnya tiba-tiba terbelah dan bangunan rumah langsung ambruk seketika.
Tragedi ini memakan korban luka. Suami Munayah menjadi korban reruntuhan material bangunan. Sang suami mengalami luka sobek cukup parah di pelipis mata kanan hingga harus dijahit, serta menderita patah tulang pada bagian punggung.
Terpaksa Tidur di Tenda Darurat, Berharap Bantuan Rumah Kembali
Kini, Munayah dan keluarganya harus menelan pil pahit. Rumah yang menjadi tempat berteduh kini tinggal puing. Mereka terpaksa tinggal di tenda darurat yang didirikan di depan reruntuhan rumah mereka.
Tenda pengungsian tersebut merupakan bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos). Munayah hanya bisa pasrah sembari menyimpan harapan besar agar pemerintah bisa segera turun tangan membantu pembangunan kembali rumahnya agar mereka bisa hidup layak seperti sedia kala.
Total 18 Rumah Terdampak, Pemerintah Desa dan BPBD Turun Tangan
Kepala Desa Cigoong Utara, Habibi, membeberkan data kerusakan yang cukup masif. Total ada 18 rumah warga yang terdampak fenomena alam ini.
Rinciannya, di Kampung Margamulya terdapat 15 rumah rusak dengan dua di antaranya rusak parah. Sementara di Kampung Hambur, ada tiga rumah yang rusak dan dua di antaranya sudah ambruk total alias rata dengan tanah.
Habibi memastikan bahwa pemerintah desa bersama instansi terkait sudah bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Bantuan telah disalurkan oleh tim gabungan dari TKSK, Tagana, Dinas Sosial Kabupaten Lebak, serta BPBD. Fokus utama saat ini adalah penanganan di Kampung Hambur yang kondisinya paling parah, di mana warga sudah diungsikan ke tenda-tenda yang difasilitasi oleh Tagana.
Mari kita doakan agar pergerakan tanah segera berhenti dan saudara kita di Cikulur diberi ketabahan.
Salam dari pahlawan lokalmu, Thwip! – Spideylebak
