Kisah Pilu Ibu Kanapiah, Janda Tangguh yang Pernah Tak Makan Tiga Hari Kini Tersenyum Dibantu Warga
spideylebak.my.id – Kisah Pilu Ibu Kanapiah, Janda Tangguh yang Pernah Tak Makan Tiga Hari Kini Tersenyum Dibantu Warga. Sampurasun, Warga Lebak! Your Friendly Neighborhood Spideylebak kembali hadir membawa sebuah cerita yang menyentuh hati dari pelosok desa. Di balik riuh rendah pembangunan, masih ada sosok-sosok tangguh yang berjuang dalam sunyi melawan himpitan ekonomi. Salah satunya adalah Ibu Kanapiah, warga Turus Elor yang kisahnya menjadi tamparan sekaligus inspirasi bagi kita semua.
Berikut adalah potret perjuangan hidup Ibu Kanapiah dan kekuatan gotong royong warga yang mengharukan.
Bertahan Hidup dengan Rp20 Ribu, Sering Tahan Lapar Berhari-hari
Di tengah kerumunan warga yang sibuk bekerja, Kanapiah berdiri mengusap ujung kerudungnya dengan mata berkaca-kaca. Sejak suaminya meninggal dunia dua dekade lalu, beban hidup keluarga sepenuhnya berada di pundaknya yang mulai renta.
Sehari-hari, ia bekerja sebagai buruh tanam padi. Upahnya pun jauh dari kata layak, hanya sekitar Rp20.000 per hari. Itu pun jika sedang ada musim tanam. Jika tidak ada pekerjaan di sawah, ia hanya bisa pasrah pada nasib.
Kondisi ekonominya yang sangat terbatas membuat Kanapiah harus membuat pilihan-pilihan sulit. Dari enam anaknya, kini hanya satu yang masih bisa bersekolah. Bahkan, ia mengaku pernah tidak makan selama dua hingga tiga hari karena tidak memegang uang sepeser pun untuk membeli beras.
Menanti Bantuan yang Tak Kunjung Datang
Kanapiah sebenarnya tidak tinggal diam. Ia bercerita bahwa pernah ada petugas desa yang datang mendata kondisi rumahnya untuk pengajuan bantuan. Layaknya prosedur biasa, rumahnya difoto dan didata.
Namun, harapan itu perlahan memudar. Hingga kini, kabar baik yang dinanti tak kunjung tiba. Ia hanya bisa mengenang momen saat petugas datang memotret rumahnya, tanpa ada realisasi bantuan fisik yang diterima hingga detik ini.
Kekuatan Gotong Royong Warga Turus Elor
Meski bantuan pemerintah belum menyentuh pintunya, tangan-tangan Tuhan bekerja melalui para tetangga. Warga Turus Elor secara swadaya bergotong royong memperbaiki rumah Kanapiah yang sudah tidak layak huni.
Melihat antusiasme warga yang bahu-membahu mengerjakan rumahnya, senyum Kanapiah akhirnya merekah. Ia menaruh harapan besar agar kelak ia dan anaknya bisa tidur nyenyak tanpa rasa takut rumahnya akan roboh sewaktu-waktu. Gotong royong ini menjadi bukti nyata bahwa di saat keadaan begitu berat, hati nurani manusia bisa berdiri lebih kokoh daripada bangunan apapun.
Pemkab Lebak Janji Segera Bertindak
Merespons kondisi memprihatinkan yang dialami warganya, Pemerintah Kabupaten Lebak akhirnya angkat bicara. Kepala Bagian Kesra Kabupaten Lebak, Iyan Fitriyana, memberikan pernyataan singkat namun tegas.
Iyan memastikan bahwa pemerintah daerah tidak akan menutup mata. Pihaknya berjanji akan segera menindaklanjuti laporan mengenai kondisi Ibu Kanapiah secepat mungkin agar bantuan yang tepat bisa segera disalurkan.
Semoga janji ini segera ditepati dan Ibu Kanapiah bisa hidup lebih layak di masa tuanya.
Salam dari pahlawan lokalmu, Thwip! – Spideylebak
