Kisah Heroik Divan – Pemuda Sumut yang Hilang Ditelan Longsor Demi Ayah
spideylebak.my.id – Kisah Heroik Divan – Pemuda Sumut yang Hilang Ditelan Longsor Demi Ayah. Sampurasun, Warga! Your Friendly Neighborhood Spideylebak datang membawa kabar yang sangat menyayat hati dari Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Di tengah bencana longsor yang melanda, lahir sebuah kisah kepahlawanan nyata dari seorang pemuda bernama Divan Simangunsong. Tanpa jaring laba-laba atau kekuatan super, pemuda berusia 21 tahun ini menunjukkan keberanian luar biasa yang didasari rasa bakti kepada orang tua.
Berikut adalah kisah pilu sekaligus heroik dari Divan:
Kembali ke Rumah Demi Perlengkapan Ayah yang Stroke
Tragedi ini bermula pada Selasa (25/11) pagi, setelah hujan deras mengguyur kawasan Pandan selama lima hari berturut-turut. Saat longsor pertama menghantam Perumahan Pandan Permai, Divan sebenarnya sudah berhasil menyelamatkan diri bersama keluarganya ke tempat yang lebih aman.
Namun, hati Divan tidak tenang. Teringat ayahnya yang sedang sakit stroke, Divan merasa harus kembali ke dalam rumah untuk mengambil perlengkapan penting obat-obatan atau kebutuhan sang ayah yang mungkin tertinggal. Tetangganya, Pindo Pasaribu, menceritakan bahwa Divan memutuskan masuk kembali demi memastikan ayahnya tidak kekurangan apapun di pengungsian nanti.
Kalimat Terakhir Sebelum Longsor Susulan Datang
Nahas tak dapat ditolak, keputusan mulia itu menjadi momen terakhir Divan terlihat. Begitu ia masuk kembali, longsor susulan yang jauh lebih besar terjadi. Material bebatuan raksasa dan tanah dalam jumlah masif dari Bukit Aek Matauli runtuh menimbun permukiman.
Pindo mengingat jelas kalimat terakhir yang diteriakkan Divan kepada orang tuanya sebelum ia berlari kembali ke rumah. Divan berteriak meminta orang tuanya pergi menyelamatkan diri terlebih dahulu, dan berjanji akan menyusul mereka nanti. Kalimat perpisahan itu kini menjadi kenangan terakhir yang memilukan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Ratusan Korban Jiwa, Divan Masih Dalam Pencarian
Bukit Aek Matauli yang runtuh menciptakan jurang dan menimbun belasan rumah, termasuk rumah keluarga Divan. Hingga Sabtu (6/12/2025), Tim SAR gabungan dengan alat berat terus bekerja keras menggali tumpukan material longsor yang kedalamannya mencapai tujuh meter lebih.
Kepala Kantor SAR Nias, Putu Arga Sujarwadi, menyampaikan data yang sangat menyedihkan. Hingga kini, total korban meninggal dunia di Tapanuli Tengah mencapai 115 orang, dan 169 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk sosok heroik Divan. Sementara itu, ayah dan ibu Divan kini selamat di pengungsian dengan luka batin yang mendalam, sedangkan adik perempuannya tengah dirawat di Kapal Rumah Sakit KRI dr Radjiman.
Mari kita tundukkan kepala sejenak. Doakan agar Divan segera ditemukan dan keluarganya diberi ketabahan luar biasa. Divan adalah bukti bahwa pahlawan sejati itu ada di sekitar kita.
Salam hormat dan duka cita, Thwip! – Spideylebak
