Harga Ayam di Lebak Tembus Rp 40 Ribu Jelang Nataru
spideylebak.my.id – Harga Ayam di Lebak Tembus Rp 40 Ribu Jelang Nataru. Sampurasun, Warga Lebak! Your Friendly Neighborhood Spideylebak kembali hadir dengan kabar yang bikin dompet bergetar hebat. Jelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), pasar tradisional di Kabupaten Lebak sedang tidak baik-baik saja.
Radar Spideylebak menangkap keluhan massal dari para ibu rumah tangga dan pedagang. Harga kebutuhan pokok melonjak tajam, bikin pusing tujuh keliling. Salah satu yang paling bikin syok adalah harga daging ayam yang terbang tinggi menembus angka psikologis.
Berikut adalah pantauan lengkap situasi harga pasar terkini di Lebak.
Harga Ayam Bukan Naik, Tapi “Loncat” ke Rp 40 Ribu
Kenaikan harga yang paling mencekik terjadi pada komoditas daging ayam. Di Pasar Tradisional Sampay, Kecamatan Warunggunung, harga ayam potong kini tembus Rp 40.000 per kilogram. Padahal, harga normal biasanya hanya berkisar di angka Rp 33.000 hingga Rp 35.000 saja.
Sadul, seorang pedagang ayam potong di pasar tersebut, mengaku kewalahan menghadapi situasi ini. Menurutnya, istilah “naik” sudah tidak tepat lagi, melainkan “loncat” karena selisih harganya yang drastis. Akibatnya, ia kerap mendapat komplain dari pembeli dan omzet penjualannya anjlok hingga 25 persen.
Sadul memprediksi harga ini kemungkinan masih akan terus merangkak naik seiring makin dekatnya Natal, Tahun Baru, dan berlanjut hingga menjelang puasa Ramadan nanti. Ia berharap harga bisa segera standar kembali agar dagangannya laku.
Minyakita dan Telur Ikut Gila-gilaan
Ternyata bukan cuma ayam yang bikin kantong bolong. Komoditas lain di Pasar Sampay juga kompak naik harga. Berikut rincian kenaikannya:
-
Telur Ayam: Naik jadi Rp 31.000 per kilogram.
-
Minyakita (Subsidi): Tembus Rp 18.000 per liter (jauh di atas HET).
-
Minyak Goreng Curah: Rp 16.500 per liter.
-
Kacang Tanah: Rp 42.000 per kilogram.
-
Bawang Putih: Rp 30.000 per kilogram.
Warga Kecewa: Ekonomi Sulit, Harga Sembako Selangit
Desi, seorang ibu rumah tangga di Lebak, tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Ia menyoroti harga Minyakita yang di bandrol resminya tertera Rp 15.700, namun kenyataan di lapangan dijual Rp 18.000.
Menurut Desi, kenaikan ini sangat tidak manusiawi mengingat kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang menurun alias lagi susah-susahnya. Ia merasa keberatan karena pendapatan yang pas-pasan harus dihajar dengan harga sembako yang menggila.
Mau tidak mau, warga seperti Desi harus memutar otak. Solusi pahit pun diambil, yakni mengurangi jatah belanja atau mencari alternatif lauk yang lebih murah agar pengeluaran dapur tidak membengkak dan dapur tetap bisa ngebul.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kebijakan khusus atau operasi pasar dari pemerintah daerah untuk menstabilkan harga yang liar ini. Mari kita berharap ada solusi cepat sebelum pergantian tahun!
Salam dari pahlawan lokalmu, Thwip! – Spideylebak
