Nabil Jayabaya Kritik Keras Bupati Lebak, Pilih Bangun Alun-alun Saat Jalan Masih Kubangan
spideylebak.my.id – Nabil Jayabaya Kritik Keras Bupati Lebak, Pilih Bangun Alun-alun Saat Jalan Masih Kubangan. Sampurasun, Warga Lebak! Your Friendly Neighborhood Spideylebak kembali hadir membawa kabar panas dari internal keluarga nomor satu di Lebak. Radar Spideylebak menangkap sinyal kritik tajam yang justru datang dari lingkaran terdekat kekuasaan. Moch Nabil Jayabaya, adik kandung Bupati Lebak, angkat bicara menyuarakan keresahan warga soal prioritas pembangunan.
Nabil menyoroti kebijakan kakaknya, Hasbi Jayabaya, yang dinilai kurang tepat sasaran. Ia mempertanyakan urgensi pembangunan Alun-alun Rangkasbitung dan Rumah Dinas (Rumdin) Bupati di tengah kondisi jalanan Lebak yang masih babak belur.
Berikut adalah rangkuman kritik pedas namun konstruktif dari Nabil Jayabaya:
Alun-alun dan Rumdin Bukan Prioritas, Jalan Rusak Lebih Mendesak
Dalam sebuah acara bersama Badak Banten Perjuangan di Kecamatan Cikulur pada Minggu (21/12/2025), Nabil meluapkan kekecewaannya. Ia menilai Pemerintah Kabupaten Lebak seharusnya mendahulukan perbaikan infrastruktur jalan ketimbang memoles wajah kota atau fasilitas pejabat.
Menurut Nabil, pembangunan Alun-alun Rangkasbitung sebaiknya ditunda dulu jika kondisi jalan di pelosok masih memprihatinkan. Baginya, pujian atas indahnya alun-alun menjadi tidak bermakna jika akses jalan warga masih hancur. Ia juga mempertanyakan apakah anggaran pembangunan rumah dinas tersebut sudah disahkan dengan bijak oleh dewan, mengingat masih banyak PR infrastruktur yang belum tuntas.
Sebut Jalan Parakan Besi Mirip Kubangan Kerbau
Kritik Nabil bukan tanpa dasar. Ia menceritakan pengalaman pribadinya saat melintas di wilayah Parakan Besi. Bendahara Umum Gapensi Pusat ini menyebut kondisi jalan di sana sangat mengenaskan, bahkan ia mengistilahkannya seperti “kubangan kerbau”.
Spideylebak mencatat poin penting dari Nabil soal dampak ekonomi. Bayangkan nasib warga kecil yang hanya menyambung hidup dari berjualan pisang, namun kesulitan membawa dagangannya ke pasar karena akses jalan yang rusak parah. Ini adalah jeritan hati rakyat kecil yang harus didengar.
Sentil Rasa Empati: Rumah Dinas vs Rumah Warga Miskin
Nabil juga menampik alasan renovasi rumah dinas karena kondisinya yang keropos. Ia membandingkannya dengan kondisi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga yang jauh lebih memprihatinkan.
Ia menekankan pentingnya sense of belonging atau rasa memiliki dan empati dari pemimpin. Menurutnya, keroposnya rumah dinas belum sebanding dengan penderitaan warga yang rumahnya mau roboh. Prioritas anggaran seharusnya berpihak pada yang lebih membutuhkan.
Profesional! Bela Kakak Sampai Mati, Tapi Bupati Boleh Dikritik
Pernyataan paling menarik dari Nabil adalah ketegasannya memisahkan urusan keluarga dan jabatan publik. Ia menegaskan, meskipun Hasbi Jayabaya adalah kakak kandungnya, jabatan Bupati Lebak adalah milik publik yang harus terbuka terhadap kritik.
Nabil menyatakan sikap gentlemannya: sebagai saudara, ia akan membela Hasbi sampai mati. Namun, sebagai Bupati, Hasbi boleh dan wajib dikritik jika kebijakannya melenceng. Ia mengingatkan agar pemimpin tidak “baper” (bawa perasaan) dalam menghadapi kritik di alam demokrasi ini.
Pernyataan Nabil ini pun diamini oleh Ketua Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni, yang sepakat bahwa fakta di lapangan memang menunjukkan masih banyak infrastruktur jalan yang rusak dan butuh perhatian segera.
Semoga kritik dari sang adik ini bisa menjadi alarm bagi Pemkab Lebak untuk kembali meluruskan prioritas pembangunan demi kesejahteraan rakyat!
Salam dari pahlawan lokalmu, Thwip! – Spideylebak
