Program Makan Bergizi Gratis di Bayah Mandek – Ribuan Siswa Gigit Jari Akibat Masalah Dana
spideylebak.my.id – Program Makan Bergizi Gratis di Bayah Mandek – Ribuan Siswa Gigit Jari Akibat Masalah Dana. Sampurasun, Warga Lebak! Your Friendly Neighborhood Spideylebak kembali hadir membawa kabar yang kurang mengenakkan dari wilayah selatan, tepatnya di Kecamatan Bayah. Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi asupan energi bagi ribuan siswa, terpaksa dihentikan sementara.
Kabar ini tentu menjadi pukulan bagi para siswa dan orang tua. Berikut adalah rangkuman investigasi Spideylebak mengenai penyebab mandeknya dapur umum tersebut.
Dana Operasional Tertahan, Yayasan Diduga Minta Fee Tambahan
Penyaluran makanan di fasilitas Satuan Pemenuhan Gizi Nasional (SPPG) atau dapur MBG, khususnya di titik Bayah Barat 3, resmi dihentikan sementara. Pemilik fasilitas SPPG Lebak Bayah Barat 3, Johan Dwiyantoro, membenarkan kabar pahit ini.
Menurut Johan, penghentian ini terpaksa dilakukan karena dana operasional dari pihak pengelola, yakni Yayasan Merah Putih Berkibar, tak kunjung cair. Padahal, dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebetulnya sudah masuk ke rekening virtual account SPPG. Namun, uang tersebut terkunci dan belum bisa dicairkan untuk membayar sewa tempat maupun insentif.
Johan menduga ada praktik yang tidak beres. Ia mencium indikasi adanya permintaan fee tambahan dari pihak yayasan yang berada di luar ketentuan yang disepakati dan melanggar aturan BGN. Johan bahkan mempertanyakan apakah tindakan ini masuk kategori pemerasan, karena hal semacam ini seharusnya haram terjadi dalam program sosial negara.
Mediasi Buntu, 2.602 Siswa Terdampak
Dampak dari kisruh internal ini sangat besar. Tercatat sebanyak 2.602 siswa dari 12 sekolah di wilayah Bayah Barat 3 tidak lagi menerima jatah makan bergizi mereka. Padahal, fasilitas ini sudah beroperasi sejak 27 Oktober 2025.
Johan mengaku sudah berusaha menyelesaikan masalah ini lewat jalur koordinasi dengan Kepala SPPG, Korwil, hingga Satgas MBG Kabupaten Lebak. Upaya mediasi pun sudah ditempuh, namun sayangnya pihak yayasan tidak menunjukkan itikad baik dengan tidak hadir dalam pertemuan tersebut.
Karena komunikasi yang buntu, Johan akhirnya mengajukan proses pergantian yayasan. Ia berharap Badan Gizi Nasional (BGN) bisa turun tangan langsung sebagai penengah (empire) agar tidak ada pihak yang dirugikan, terutama anak-anak sekolah.
Relawan Tetap Siaga Meski Dapur Ngebul Berhenti
Meskipun distribusi makanan berhenti, semangat para relawan di Bayah tidak padam. Johan memastikan seluruh relawan tetap bekerja, namun fokusnya dialihkan ke kegiatan pemeliharaan (maintenance).
Mereka kini sibuk menjaga kebersihan area dapur, melakukan sosialisasi SOP, pelatihan relawan, senam sehat, hingga kegiatan team building. Hal ini dilakukan sembari menunggu kejelasan nasib insentif yang belum diproses oleh yayasan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak jurnalis Spideylebak sudah berupaya mengonfirmasi pihak Yayasan Merah Putih Berkibar melalui telepon dan pesan singkat, namun belum ada jawaban.
Semoga masalah “dapur ngebul” ini segera selesai dan adik-adik di Bayah bisa makan enak lagi!
Salam dari pahlawan lokalmu, Thwip! – Spideylebak
