Sahroni Dukung Penuh Usulan Bahlil – NasDem Siap Kawal Prabowo Lewat Koalisi Permanen
spideylebak.my.id – Sahroni Dukung Penuh Usulan Bahlil – NasDem Siap Kawal Prabowo Lewat Koalisi Permanen. Sampurasun, Warga! Your Friendly Neighborhood Spideylebak kembali hadir dengan update panas dari panggung politik nasional. Wacana pembentukan “Koalisi Permanen” yang baru-baru ini dilemparkan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, ternyata mendapat respon positif dari Partai NasDem. Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, secara terbuka menyatakan persetujuannya terhadap ide strategis tersebut.
Berikut adalah ulasan lengkap mengenai dinamika politik terbaru ini.
NasDem Satu Suara: Ide Bahlil Sejalan dengan Surya Paloh
Ahmad Sahroni menilai usulan Bahlil Lahadalia mengenai koalisi permanen adalah gagasan yang sangat konstruktif. Menurut Sahroni, ide tersebut sebenarnya selaras dengan visi dan arahan yang selama ini disampaikan oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
Sahroni mengungkapkan bahwa dalam berbagai pidato di acara internal partai, Surya Paloh selalu menekankan pentingnya konsistensi dukungan. Oleh karena itu, ketika Bahlil menyuarakan hal ini di depan Presiden Prabowo Subianto, NasDem langsung memberikan lampu hijau.
Komitmen Harga Mati: Kawal Prabowo Sampai Akhir Jabatan
Lebih lanjut, Sahroni menegaskan bahwa posisi Partai NasDem sudah sangat jelas dan tegak lurus. Instruksi dari Surya Paloh kepada seluruh kader NasDem di seluruh Indonesia adalah mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga masa jabatan berakhir.
Sahroni memastikan bahwa NasDem berada di dalam pemerintahan dan akan terus mengawal setiap kebijakan Presiden. Bagi NasDem, loyalitas terhadap pemerintahan yang sah adalah prioritas utama untuk memastikan jalannya pembangunan negara.
Alasan Bahlil: Butuh Stabilitas, Bukan Koalisi “Buka-Tutup”
Sebelumnya, usulan mengenai koalisi permanen ini disampaikan oleh Bahlil Lahadalia dalam pidato politiknya di acara puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat (5/12). Di hadapan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Bahlil menekankan bahwa pemerintahan yang kuat membutuhkan stabilitas politik yang kokoh.
Bahlil menyindir gaya berpolitik yang tidak konsisten dengan istilah koalisi “in-out” atau masuk-keluar. Ia menginginkan partai pendukung pemerintah memiliki prinsip yang kuat layaknya seorang gentleman. Prinsipnya sederhana: susah senang ditanggung bersama. Jika pemerintah sedang menghadapi masa sulit, koalisi harus ikut menderita bersama, begitu pun saat masa jaya, kebahagiaan dirasakan bersama.
Dengan adanya sinyal positif dari NasDem ini, peta kekuatan politik pendukung Prabowo-Gibran tampaknya akan semakin solid di masa mendatang.
Salam dari pahlawan lokalmu, Thwip! – Spideylebak
