Bupati Aceh Selatan Umrah Saat Bencana – Mendagri Siapkan Sanksi
spideylebak.my.id – Bupati Aceh Selatan Umrah Saat Bencana – Mendagri Siapkan Sanksi. Sampurasun, Warga! Your Friendly Neighborhood Spideylebak kembali hadir dengan kabar yang sedang menjadi sorotan publik terkait etika kepemimpinan di tengah krisis. Kali ini, perhatian tertuju pada Bupati Aceh Selatan, Mirwan, yang menuai kritik tajam karena diketahui berada di Tanah Suci untuk ibadah umrah, padahal wilayah yang dipimpinnya sedang babak belur dihantam banjir dan longsor.
Berikut adalah rangkuman situasi yang terjadi:
Viral Karena Tinggalkan Warga Saat Status Darurat
Kepergian Bupati Mirwan menjadi viral dan diperbincangkan netizen karena dinilai tidak peka terhadap penderitaan rakyatnya. Ironisnya, sebelum berangkat, Mirwan diketahui telah menandatangani Surat Pernyataan Ketidaksanggupan penanganan darurat pada 27 November 2025. Surat itu intinya menyatakan daerah sudah angkat tangan dan butuh bantuan pusat. Namun, setelah menyatakan “tidak sanggup”, sang pemimpin justru pergi ke luar negeri.
Mengaku Penuhi Nazar Pribadi
Dalam pembelaannya, Mirwan membantah jika disebut tidak peduli. Ia mengklaim keberangkatannya adalah untuk menunaikan nazar pribadi. Menurutnya, sebelum berangkat ia sudah turun mengecek kondisi warga dan memastikan seluruh OPD bekerja sesuai komando, sehingga ia merasa situasi sudah terkendali untuk ditinggalkan.
Terbongkar Tidak Dapat Izin Gubernur dan Mendagri
Fakta mengejutkan diungkap oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benni Irwan, menyebutkan bahwa Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, maupun Mendagri Tito Karnavian, ternyata tidak memberikan izin kepada Mirwan untuk pergi umrah.
Permohonan izin Mirwan ditolak secara resmi karena Aceh Selatan sedang dalam status tanggap darurat bencana. Kehadiran kepala daerah dinilai sangat krusial di saat-saat kritis seperti ini.
Ditelepon Mendagri, Pulang Siap Diperiksa
Mendagri Tito Karnavian dikabarkan langsung menelepon Mirwan untuk meminta klarifikasi. Dalam percakapan itu, Mirwan mengakui pergi tanpa izin dan berjanji akan segera pulang.
Kemendagri menyayangkan sikap Mirwan. Menurut Benni Irwan, pemimpin harusnya hadir di tengah masyarakat saat sedang susah. Setibanya di Tanah Air nanti, tim dari Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri sudah siap menanti untuk melakukan pemeriksaan terkait pelanggaran prosedur dan kewenangan yang dilakukan oleh sang Bupati.
Semoga ini menjadi pelajaran bagi para pemimpin, bahwa jabatan adalah tanggung jawab besar yang menuntut kehadiran, terutama di saat rakyat sedang menangis.
Salam dari pahlawan lokalmu, Thwip! – Spideylebak
