Ibu Hamil Ditolak RS Kartini Tanpa Dicek
spideylebak.my.id – Ibu Hamil Ditolak RS Kartini Tanpa Dicek. Sampurasun, Warga Lebak! Your Friendly Neighborhood Spideylebak melapor dengan nada sedih dan prihatin. Senin malam (1/12/2025) pukul 19.30 WIB, di saat warga lain sedang istirahat, ada drama kemanusiaan yang terjadi di depan Rumah Sakit (RS) Kartini Rangkasbitung.
Ada kabar seorang warga Cikulur yang sedang sakit parah diduga DITOLAK oleh pihak rumah sakit. Yang bikin Spideylebak geram, pasien ini adalah seorang Ibu Hamil!
“Penuh” Bukan Alasan Abaikan Nyawa
Kronologinya begini, Kang Budi membawa istrinya yang lagi hamil. Sang istri mengeluh sakit lambung parah sampai sesak napas. Kondisi darurat kan?
Tapi, sesampainya di RS Kartini, mereka malah ditolak mentah-mentah dengan alasan kamar penuh. Sempat terjadi perdebatan panas antara Kang Budi dan petugas.
“Jujur saya panik, karena harusnya mereka cek dulu kesehatannya, jangan tiba-tiba langsung menolak penuh,” keluh Kang Budi dengan suara bergetar.
Jeritan Hati Suami: “Minimal Cek Dulu!”
Kang Budi ngerti kalau RS mungkin penuh, tapi dia cuma minta satu hal: Periksa dulu kondisinya! Namanya juga ibu hamil lagi sesak napas, masa disuruh pulang gitu aja?
“Saya tahu penuh, tapi minimal dicek dulu kesehatannya. Sakit lambung, terus sesak ke dada. Tambah lagi sedang hamil, coba geh bayangin mereka kalau di posisi saya sekarang,” katanya.
Duh, dengar kalimat “Coba geh bayangin” itu rasanya jleb banget di hati. Dimana rasa kemanusiaannya?
Lari ke RSUD Adjidarmo
Karena tak ada harapan di RS Kartini, Kang Budi akhirnya melarikan istrinya ke RSUD Adjidarmo demi menyelamatkan nyawa istri dan calon bayinya. Syukurlah masih ada tempat yang mau menerima.
RS Kartini Masih Bungkam
Sampai berita ini Spideylebak turunkan, tim jurnalis sudah mencoba menghubungi pihak RS Kartini buat minta penjelasan. Tapi, belum ada respon sama sekali.
️ Pesan Spideylebak:
Halo Bapak/Ibu tenaga medis dan manajemen Rumah Sakit, Spideylebak tahu tugas kalian berat. Tapi tolong, Sisi Kemanusiaan (Humanity) harus selalu di atas administrasi.
Pasien darurat, apalagi ibu hamil, wajib dapat pertolongan pertama (triage) sebelum dirujuk atau ditolak. Jangan sampai ada nyawa melayang cuma gara-gara kata “Penuh”.
Semoga istri Kang Budi dan bayinya selamat dan sehat. Dan semoga ini jadi evaluasi keras buat pelayanan kesehatan di Lebak!
Save lives first! Thwip! ️ – Spideylebak
