Bencana Sumatera Ulah Pembalak Liar atau Faktor Alam?
spideylebak – Bencana Sumatera Ulah Pembalak Liar atau Faktor Alam?. Halo Warga +62! Your Friendly Neighborhood SpideyLebak kembali lagi. Kita semua tahu bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut) bikin hati kita hancur. Tapi sekarang, muncul pertanyaan besar yang bikin kepala Spidey pusing: Siapa dalang sebenarnya?
Apakah ini murni amukan alam, atau ada tangan-tangan jahil “Villain” lingkungan yang bermain?
Kubu 1: “Ini Karma Akibat Ulah Manusia!”
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelora, Pak Mahfuz Sidik, punya pandangan tajam setajam jaring laba-laba. Menurut beliau, bencana ini adalah buah dari perilaku buruk kita sendiri.
“Alam sekarang sedang menunjukkan buah dari perilaku kita. Bencana ini akibat ‘Climate Change’… yang dipicu oleh sikap-sikap negatif dan tindakan destruktif seperti pembalakan liar,” kata Pak Mahfuz tegas, Sabtu (29/11/2025).
Intinya, beliau yakin banget kalau Pembalakan Liar (Illegal Logging) dan penebangan hutan serampangan adalah biang keroknya. Beliau menyerukan agar aksi ini segera disetop.
“Penebangan hutan secara ilegal harus segera dihentikan dan Partai Gelora akan menjadi juru bicara pelestarian lingkungan kita,” tambahnya. Spidey setuju banget, kita butuh lebih banyak pahlawan lingkungan! ♂️
Bukti Viral: Kayu Raksasa Hanyut
Teori ini didukung sama video-video amatir yang viral di medsos. Di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Tapanuli Tengah (Tapteng), terlihat jelas banjir bandang membawa kayu-kayu gelondongan besar.
Melihat itu, wajar kalau Spidey Sense dan warga langsung curiga: “Wah, pasti ada yang nebang pohon di atas sana!”
✋ Kubu 2: “Tunggu Dulu! Itu Kayu Tua, Bukan Ilegal!”
Eits, tapi tunggu dulu! Kementerian Kehutanan (Kemenhut) punya pembelaan lain. Ini plot twist-nya, teman-teman.
Kemenhut menepis kabar kalau kayu-kayu itu hasil pembalakan liar. Menurut Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kemenhut, Pak Dwi Januanto Nugroho, itu semua proses alami.
“Kayu yang terbawa banjir sebagian besar merupakan kayu lapuk tua atau tumbang alami. Ini hasil analisis kami dan laporan dari wakil menteri,” bantah Pak Dwi pada Jumat (28/11/2025).
Jadi menurut Kemenhut, kayu-kayu itu bukan ditebang penjahat, tapi emang pohon tua yang tumbang sendiri terus kebawa air. Hmm…
️ Pesan Spidey: Jaga Hutan Harga Mati!
Terlepas dari siapa yang benar—apakah itu kayu hasil illegal logging atau kayu lapuk alami—satu hal yang pasti: Hutan kita sedang sakit.
Bencana ini adalah alarm keras buat kita semua. Mau itu karena ulah manusia atau perubahan iklim, tugas kita sekarang adalah menjaga sisa hutan yang ada. Jangan sampai bumi kita makin gundul kayak kepala Professor X (eh, maaf Prof!).
Ayo kita kawal terus isu lingkungan ini. Kalau ada yang nebang liar, laporin! Kalau ada lahan gundul, tanami!
Save the forest, save the future! Thwip!
